by
https://youtu.be/GtpQhw_oFBw
reddot award 2016 winner
Watch our extraordinary Mikado aerator stream video

Beautiful stream design

Aerator MIKADO yang baru mengubah aliran air menjadi eye-catcher saat kita mencuci tangan. Pola semprotnya yang seperti grid dan luar biasa – dibentuk oleh jet air individu – menciptakan efek yang sangat jernih dan harmonis dalam idiom desainnya yang halus. Mengingat bahwa karena bentuknya semprotan kehilangan densitas ketika bergerak ke bawah, kekuatan jet berkisar dari pijatan yang kuat hingga lembut yang menyenangkan.

The new MIKADO aerator turns the water stream into an eye-catcher when washing your hands. Its extraordinary, grid-like spray pattern – formed by individual water jets – creates a surprisingly clear and harmonious effect in its delicate design idiom. Given that owing to its form the spray loses density as it moves downwards, the force of the jets ranges from vigorously massaging to pleasantly soft.

Kemungkinan baru untuk perancang faucet sedang terjadi : dengan menyesuaikan sifat geometris jet individu, tiga model aerator MIKADO yang berbeda telah dibuat. Pola aliran mereka berkisar dari ramping, menyatu dekat (model Uno) hingga ekspansif (Tre).

New possibilities for faucet designers are afoot: by adjusting the geometric properties of the individual jets three different MIKADO aerator models have been created. Their stream pattern ranges from slim, close-meshed (the Uno model) to expansive (Tre).

Saving water and energy

Teknologi PCA® terintegrasi memungkinkan laju aliran yang hampir konstan yaitu 0,35 gpm (sekitar 1,3 l / mnt) dan 0,5 gpm (sekitar 1,9 l / mnt) terlepas dari fluktuasi tekanan. Dengan lebih sedikit air hangat yang digunakan, energi yang dibutuhkan untuk memanaskannya juga disimpan.

The integrated PCA® technology enables a virtually constant flow rate of 0.35 gpm (approx. 1.3 l/min) and 0.5 gpm (approx. 1.9 l/min) regardless of pressure fluctuations. With less warm water being used, the energy needed to heat it is saved as well.

* Patents pending